Maafkan Sayank

dalam setiap masa

ada kala untuk tawa

maupun tetes air mata

mata hati yang pernah ada

telah hilang tak berasa

sekejap bekas ternelangsa

ikatan yang dahulu berarti

tinggal kenangan sendiri

terasa kosongnya nurani

hampa tanpa makna ini

ingin teriakkan kata maaf

bahwa diri ini telah munaf

andai air mata ini bisa menetes

sebagai tanda aku bukan es

tapi semua yang ada takkan kembali

dan luka itu telah tersakiti

cinta ini bagai belati tajam

yang hanya bisa merajam

insan polos tak berkelam

mengapa aku bisa begitu kejam?

~ the after-glow of the greatest surprise birthday party ever… 12.06.2007

One Response to “Maafkan Sayank”

  1. Antonius Says:

    Sia bukanlah jawaban
    Asa bukan pertemuan
    Hampa tak pernah ada
    Goresan pernah ada terasa Sekejap tak terbayang
    Semua terbangun mimpi hanya mimpi
    Kenyataan menampar kadang tak sadar
    Pulih untuk waktu Buih kan membeku
    Sadar untuk memapah
    Beban bukan kuasa
    Dera bukan sementara
    Nyawa sangat mahal
    Derita beri tanda

    Sudah semua sudah saat tuk berjalan saat tuk berhembus.

    Angin hanya lewat sementara dan akan terus berhembus. mungkin kan kembali bila saat nanti.

Leave a Reply