Harum Candu
Bagai candu
Gores saja dalam nadi
Ingin kecap sekali lagi
Getar ketir menggelepar
Kusesap harum bumi
Di kelir pelupuk mata
Lupa saja dunia
Serah tangis atau tawa
Biar langit jadi saksi
Hilangnya batas nirwana
Busungkan dada
Torehkan cinta
Dalam hati yang sedang luka
Tak usah lagi tanya
Karena raga tak lagi maya
Tak perlu tunggu waktu
Karena cabikan sudah ragu
Peluh dikeluh
Dan dalam satu tarikan nafas, kita adalah satu.
~ the result of a week waiting in vain…
September 6th, 2006 at 9:29 pm
hmm…lu tulis ini sendiri?? kalo iya GREAT one…i like it
September 6th, 2006 at 11:05 pm
Thanks for the compliment! Kenapa yach orang2x suka ga percaya nich gue suka berpuisi ria? He3x =) Well, like I said in my “about me”… I’m an occasional poet! =p