Harum Candu

Bagai candu
Gores saja dalam nadi
Ingin kecap sekali lagi

Getar ketir menggelepar
Kusesap harum bumi
Di kelir pelupuk mata

Lupa saja dunia
Serah tangis atau tawa
Biar langit jadi saksi
Hilangnya batas nirwana

Busungkan dada
Torehkan cinta
Dalam hati yang sedang luka

Tak usah lagi tanya
Karena raga tak lagi maya

Tak perlu tunggu waktu
Karena cabikan sudah ragu

Peluh dikeluh
Dan dalam satu tarikan nafas, kita adalah satu.

~ the result of a week waiting in vain…

2 Responses to “Harum Candu”

  1. Peter Says:

    hmm…lu tulis ini sendiri?? kalo iya GREAT one…i like it :)

  2. Sharon Says:

    Thanks for the compliment! Kenapa yach orang2x suka ga percaya nich gue suka berpuisi ria? He3x =) Well, like I said in my “about me”… I’m an occasional poet! =p

Leave a Reply